Khilaf

Khilaf

Jumat, 23 Desember 2016

Khataman Al-Quran Mahasiswa UNLAM 2016

UNLAM, Banjarmasin - Sabtu (24/12) dini hari tadi telah diselenggarakan khataman Al-Qur'an dan sholat subuh berjamaah di Masjid Baitul Hikmah Unlam Banjarmasin . Event yg diselenggarakan oleh AMBH (Angkatan Muda Baitul Hikmah) dan dengan bantuan koordinasi salah satu dosen ini ditujukan kepada seluruh mahasiswa baru angkatan 2016 UNLAM Banjarmasin.

Antusiasme partisipasi para mahasiswa baru Unlam Banjarmasin untuk mengikuti event ini diharapkan mampu meningkatkan niat mahasiswa/i UNLAM untuk lebih mencintai Al-Quran dan mewujudkan kebersamaan dan persatuan melalui hubungan spiritualitas. "Mudah-mudahan event ini bisa menjadikan mahasiswa dan mahasiswi UNLAM lebih mencintai Al-Quran dan mengamalkannya di kehidupan sehari-hari." Ucap Amin peserta Khatam Al-Quran, Sabtu (24/12)

Selain itu, event ini juga dimaksudkan untuk mengajak mahasiswa agar selalu berniat untuk sholat subuh berjamaah dan senantiasa mengejawantahkan nilai-nilai agama.
 

Kini Pendengar Bisa Curhat Tengah Malam..

          Banjarmasin – 91.7 FM J-Radio kembali membuat satu program yang bertajuk “Midnight in Banjarmasin”. Program ini bertujuan mengajak pendengar untuk ngobrol hal iseng atau santai sambil curhat.
          Menurut Firza, salah satu penyiar J-Radio. Mereka juga akan memutarkan lagu yang lagi sedang Hits dan kekinian mulai dari tahun 2016 hingga era 1999. Program Midnight in Banjarmasin dimulai jam 10 malam hingga 12 tengah malam, senin sampai kamis, “..cuman, kebetulan aku megang programnya Cuma tiga hari aja dari hari selasa malam rabu sampai kamis malam jumat” tambahnya.
           Diadakannya program ini bertujuan untuk menemani pendengar di jam santai setelah pulang kerja yang telah kelelahan dan ingin curhat. “karena emang pendengar itu dari jam 10 sampai jam 12 adalah waktu dimana orang sedang istirahat dari kesibukan setelah sehariannya, yang pastinya kalo orang habis sibuk kerja capek dong, ya. Dan disaat capek itu pasti pendengar kepingin banget kalo ceritanya didengar” kata Firza. Para pendengar dapat ikut berdiskusi dan mengirim opininya dengan berkomentar via Instagram, Twitter, FB, dan SMS. Yang akan ditunggu sampai jam 12, dan tentu saja akan dibacakan ulang oleh penyiar.
           “sesuai dengan topik yang dibicarakan. Misalnya aku ngebawain topik gimana sih tips cara ngelupain mantan. Kalo pendengar tertarik untuk meramaikan obrolan bisa dengan berkomentar melalui Instagram, yang pastinya akan dibacakan ulang dan dijadikan forum diskusi setelahnya” Ujar Firza. (23/12/2016)

Aturan Baru untuk Kaki Lima


Banjarmasin - 10 Desember 2016 menjadi tanggal ditetapkanya peraturan baru disekitaran siring Banjarmasin. Peraturan ini mengatur mengenai pelarangan para pedagang kaki lima untuk berjualan diwilayah tersebut. Peraturan ini bertujuan untuk menertibkan daerah sekitaran tempat wisata unggulan di banjarmasin.
           Namun, para pedagang kaki lima belum bisa sepenuhnya menerima aturan ini, dikarenakan tidak adanya kejelasan dari pemerintah kepada pedagang. Kejelasan yang dimaksud adalah himbauan langsung atas diberlakukannya aturan tersebut. Saat ditemui oleh Tim INTR-O para pedangang mengaku menerima saja pertauran tersebut, asalkan diberi kejelasan oleh pemerintah. “Aku terima aja sama peraturan ini, tapi aku masih minta kejelasan dari pemerintah,” ungkap salah satu pedagang, yang bernama sebut saja Mrs. X Jumat (23/12).
Meskipun, sudah mulai diberlakukan sejak 10 Desember yang lalu, masih ada saja pedangang kaki lima yang nekat berjualan dikawasan siring. Faktor ekonomi menjadi alasan para pedangang tersebut untuk nekat melanggar peraturan. ”Aku berjualan disini untuk bisa membiayai kuliah anak dan perlengkapan rumah tangga,” ungkap Mrs. X lagi.
Sehubungan dengan diberlakukannya aturan ini masyarakat pun menaggapi positif dan mendukung langkah pemerintah dalam membuat peraturan yang melarang pedagang kaki lima untuk berjualan dikawasan siring. Namun, dalam pelaksanaannya sangat diperlukan kesadaran para pedagang untuk mematuhi aturan demi kenyamanan para wisatawan dan kesediaan pemerintah untuk memberikan tempat relokasi yang layak bagi pedagang kaki lima. “Saya sebagai masyarakat setuju tentang peraturan yang di buat oleh walikota dan saya berharap pemerintah memberikan wadah untuk pedagang kaki lima ” Ungkap Asminarto, salah satu Pengunjung siring. (Dina, Ridho, Fijaini)
Catatan:
Mrs. X bukan nama asli, itu hanyalah nama samaran.

Ubah Citra Negatif melalui Kegiatan Positif


           Geng motor sangat identik dengan gerombolan remaja bermotor yang suka menciptakan keributan dan kerusakan fasilitas umum. Kehadiran mereka pun kadang selalu di pandang sebelah mata oleh masyarakat, terutama para penegak hukum. Tetapi, pada faktanya tidak semua geng motor berperilaku negative. Contohnya Shadow Bikers yang merupakan geng khusus motor gede. Geng motor yang satu ini justru selalu berusaha berperilaku baik dan menebarkan kebaikan lewat kegiatan yang mereka lakukan.
            Geng yang selalu berkumpul setiap minggunya di depan Universitas Lambung Mangkurat ini terbentuk secara tidak sengaja pada 15 Januari 2015. Geng ini  selalu berusaha untuk menanamkan hal-hal positif kepada setiap anggotanya. Tujuan awal mereka membuat geng motor ini sebenarnya hanya untuk membuat sebuah organisasi yang kiranya dapat menambah teman, sekaligus membahas hal-hal yang berkaitan dengan motor. “Berawal dari ajakan jalan-jalan dan terciptalah geng ini, kami tidak punya ketua, karena kami disini mengutamakan kebersamaan,” ungkap Firman, yang merupakan bagian dari geng ini pada Jum’at (23/12).
            Seiring dengan berjalannya waktu, Shadow Bikers menciptakan sebuah terobosan baru untuk mengubah citra negatif yang selama ini menempel pada diri geng motor. Caranya ialah  selain melakukan touring mereka juga melakukan kegiatan-kegiatan bakti sosial dan memberikan hadiah-hadiah ke panti asuhan. “Selain touring, kadang kami mengadakan bakti sosial juga, untuk dana bakti sosial, ya, kita dapat dari patungan,” tambah Firman.
            Al Ihwan yang juga merupakan salah satu dari anggota Shadow Bikers pun mengaku banyak mendapatkan hal-hal berguna karena bergabung dalam geng motor gede ini. Misalnya saja ia mendapatkan pengetahuan mengenai masalah motor, kebersamaan, dan juga kesenangannya saat melakukan kegiatan bakti sosial. “Aku sendiri merasa senang karena lebih bisa belajar tentang motor, kebersamaan, sama bisa berbagi ke sesama juga,” tutup Al Ihwan. (Desty, Faisal)

Kamis, 22 Desember 2016

Jajaran Baru HIMAKOM



Banjarmasin, Kamis (22/12) - Himpunan Mahasiswa Ilmu Komunikasi (HIMAKOM) FISIP Unlam Banjarmasin, tadi malam telah menyelesaikan Musyawarah Anggota (Musta) untuk periode 2016/2017. Musta yang diselenggarakan di Ruang E FISIP UNLAM Banjarmasin ini berlangsung selama tiga hari berturut-turut yakni mulai dari 20 sampai 22 Desember 2016. 

Pada Musta tersebut diagendakan pula pemilihan ketua umum baru untuk periode 2016/2017. Melalui pemilihan yang cukup a lot, akhirnya terpilih lah jajaran baru di HIMAKOM FISIP UNLAM Banjarmasin. Kursi Ketua Umum dalam jajaran baru ini diduduki oleh Maldini Zein Alfatma dari angkatan 2014. Sementara kursi Wakil ketua Umum diduduki oleh Hanifa dari angkatan 2015. Maulidia Ananda Tiara dari angkatan 2015 dan Muhammad Al-Amin dari angkatan 2015 pun menjabat sebagai Sekretaris dan Bendahara dalam jajaran baru HIMAKOM. Serah-terima jabatan kepada kepengurusan inti yang baru dilakukan dengan penyerahan bendera HIMAKOM FISIP UNLAM Banjarmasin. Kemudian dilakukanlah sesi foto bersama.


            Maldini Zein yang menduduki kursi Ketua Umum pun mengungkapkan kegembiraan dan keterkejutannya. Pada Tim INTR-O, Ia mengatakan bahwa ia tidak menyangka akan terpilih, pasalnya ia percaya calon-calon lain lebih memiliki pengalaman. Meskipun begitu, ia mengaku bahwa ia merasa senang sekaligus terhormat dan berjanji untuk mengemban tugasnya dengan baik. "kedepan nanti tentunya saya berharap mampu mengemban tugas ini dengan baik dan benar," tutup Maldini Zain Alfatma.

Musta Serentak Langgar Jam Malam?


      Menjelang akhir semester ganjil yang bertepatan dengan akhir kepengurusan organisasi mahasiswa atau ormawa, seringkali terlihat mahasiswa yang berlarut malam melakukan aktivitas organisasi di masing-masing fakultas terkait rapat organisasi dan musyawarah anggota. Kegiatan tersebut dilaksanakan secara serentak oleh beberapa Ormawa kampus dalam rangka pergantian kepengurusan dan perumusan kinerja organisasi setahun mendatang.
       Agenda pergantian kepengurusan tersebut membuat mahasiswa sebagai anggota untuk berada dalam kampus hingga melewati batas jam malam. Setiap tahun nya agenda tersebut dapat berlangsung selama beberapa hari dan seringkali berakhir larut malam, bahkan terkadang hingga dini hari.
        Hal ini menuai pertanyaan tentang bagaimana peraturan batas jam malam di yang membatasi kegiatan mahasiswa pada malam hari di lingkungan Unlam. Fadlan, salah satu petugas keamanan di Unlam mengonfirmasikan bahwa batas jam malam di Unlam adalah pukul 12 malam untuk malam Minggu dan pukul 11 malam untuk malam-malam lainnya. Jam malam yang dimaksud di sini adalah untuk membatasi kegiatan lapangan di Unlam. Sedangkan mengenai kegiatan ormawa berupa rapat  maupun musyawarah besar yang dilaksanakan hingga larut malam, ia menyatakan bahwa hal itu tidak masalah karena mereka berkegiatan di kampus atau sekretariat masing-masing. Ia menambahkan bahwa untuk kegiatan di kampus maka kebijakan tentang jam malam diserahkan kepada fakultas masing.
        “Kalau masih ada kegiatan lapangan di Unlam yang melewati batas jam malam, maka akan kami tegur dan suruh cepat bubar. Kalau cuma lewat-lewat aja ya masih boleh..” Ujar Fadlan (23/12).

Repoter : Mona, Arie

Redaktur : Alfi

VAPOR VS. ROKOK KONVENSIONAL


             Rokok elektonik atau yang lebih dikenal dengan sebutan vapor kini menjadi perbincangan dimana-mana. Sejak September lalu, rokok elektronik sangat mudah ditemukan di Banjarmasin. Rokok elektronik yang diklaim sebagai pengganti rokok konvensional ini menjadi sebuah alternatif bagi para perokok yang ingin berhenti total untuk menjadi seorang perokok aktif. Namun pada kenyataannya, banyak remaja di bawah umur yang akhirnya menggunakan rokok elektronik, baik itu hanya sebagai ajang coba-coba atapun hanya sekadar mengikuti trend saja.

            Alasan mereka menggunakan rokok elektronik pun beragam, seperti Fendi, remaja yang merupakan perokok elektronik ini menggunakan vapor karena menganggap bahwa efek yang ditumbulkan vapor tidak membahayakan seperti rokok konvensional. Fendi yang ditemui pada Kamis (22/12) kemarin mengatakan bahwa asap yang keluar dari hasil rokok elektronik bukanlah asap yang sama dengan asap pembakaran tembakau. “Iya, lebih aman, asap yang dihasilkan vapor kan berupa uap air,” Fendi menerangkan.


          Saat disinggung mengenai banyaknya kasus tentang meledaknya rokok elektronik, Fendi menanggapinya dengan santai. Menurutnya, hal tersebut terjadi karena baterai yang rusak dan kurangnya perhatian dari si pemakai. Fendi juga menjelaskan bahwa pemeliharaan baterai secara berkala akan membantu untuk menghindari terjadinya ledakan pada vapor. “Paling karena baterai, ya, lebih diperhatikan lagi penggunan baterainya,” Fendi kembali menambahkan.
            Pernyataan Fendi tersebut bertentangan dengan yang dikatakan oleh Hendra, seorang perokok konvensional. Hendra menganggap rokok elektronik sama sekali tidak berbeda dengan rokok biasa. Menurutnya, perbedaannya hanya terdapat pada bau asap rokoknya saja, namun efek yang ditimbulkan tidak jauh berbeda. “Ah, sama saja, bahaya yang ditimbul juga kurang lebih, malah lebih bahaya vapor karena jika lalai bisa menyebabkan ledakan, berbeda sama rokok (yang tidak menimbulkan ledakan).” jelas Hendra.

Winner Production: Komunitas Dance Kekinian


Seiring dengan perkembangan zaman, remaja saat ini sangat rentan terhadap hal-hal baru yang dianggap kekinian. Salah satu contoh hal yang dianggap kekinian adalah budaya Korea atau biasa disebut K-Pop. Akibatnya, di Banjarmasin pun bermunculan lah komunitas-komunitas K-Pop. Salah satu contohnya adalah Komunitas Dance K-POP yang menamakan dirinya Winner Production. Winner Productio beranggotakan kurang lebih 56 orang yang terdiri atas siswa SMP, SMA, dan Mahasiswa.
Winner Production terbentuk atas dasar untuk berkarya dalam dunia dance dan juga sebagai wadah bagi remaja Banjarmasin yang memiliki minat dan bakat dibidang dance, terutama dance K-POP. Komunitas ini biasanya berlatih di Taman Budaya mulai pukul 16.00-18.00 WITA.Selain itu, komunitas ini juga menjadi wadah untuk menjalin keakraban antar anggota maupun antar komunitas yang notabene memiliki minat yang sama. Meskipun begitu, komunitas ini pun tak lepas dari kendala. Salah satu kendala yang  sering dihadapi oleh Winner Production adalah kurangnya sarana transportasi, tidak lengkapnya member yang hadir saat latihan dan sebagian member masih susah di tegur apabila ada kesalahan. “Kalo kendala ada sih banyak ada masalah transportasi, saat ngumpul tidak lengkap dan masih  susah untuk di tegur,” ungkap salah satu pelatih dance Winner Production, Zainal  Abidin, Kamis (22/12).
Zainal berharap komunitas ini kedepannya tidak hanya dapat bersaing pada tingkat provinsi tetapi bisa sampai ketingkat Nasional. Dengan begitu kedepannya akan ada lebih banyak prestosi yang bisa ditorehkan dan juga lebih dikenal dikalangan masyarakat. “Kalo kedepannya sih ingin Go nasional mau ke Jakarta dan bisa mendapat banyak prestasi lagi dan dikenal masyarakat”  Tutup Zainal.
Maraknya komunitas dance K-Pop seperti Winner Production pun dinilai positif oleh masyarakat. Hal ini karena Para Remaja dapat berkreasi dan berkarya sesuai minat dan bakatnya. “Komunitas itu baik asal jangan melakukan kesalahan dalam berteman dan asal bilang kepada orang tua kalo berkegiatan” Ungkap Yana salah satu masyarakat yang bekerja dikawasan Taman Budaya.

(Dina, Fijaini, Ridho)

Rabu, 21 Desember 2016

Seru Belajar di Lab Art

      20 Desember 2016, bertempat di lab komunikasi FISIP UNLAM Banjarmasin, Komunitas Lab Art menggelar pertemuan guna membahas sebuah project yang akan digarap pada tahun depan. Komunitas ini merupakan wadah bagi mahasiswa/i Ilmu Komunikasi khususnya pecinta fotografi, cinematografi dan desain grafis untuk dinaungi dan dibimbing.
      Berawal dari komunitas kecil yang memiki bermacam kendala sampai akhirnya diputuskan diangkat menjadi salah satu divisi pada Organisasi HIMAKOM, komunitas ini terus menerus bergerak dalam mengembangkan dan menghasilkan karya. “Kita akhir-akhir ini sedang sibuk sharing materi mengenai fotografi yang setelahnya dilanjutkan praktek. Dan next project, Lab Art mau menggarap beberapa film pendek sebagai karyanya dan pastinya sebagai bahan belajarnya anak-anak Lab Art sendiri.” Kata Rahmat Nafarin selaku pembimbing pada rabu (21/12) lalu.

       Meski telah resmi sejak 16 Januari 2013, namun baru setahun lalu komunitas ini bergabung menjadi salah satu divisi di HIMAKOM dan dari awal terbentuknya, lab art sudah sering mengadakan praktek seperti turun ke jalan atau melakukan perjalanan khusus untuk hunting foto. "Banyak ilmu yg didapat pastinya sejak saya bergabung di Lab Art. Biasanya kami belajar materinya dulu, kemudian turun ke lapangan untuk melakukan prakteknya. Seperti bagaimana cara membuat film, pengambilan foto yang baik, dan membuat macam-macam desain." Ungkap Saufi ketika ditemui kemarin sore (21/12).

Himakom Menyelenggarakan Agenda Tahunan


       INTRO – Himpunan Mahasiswa Ilmu Komunikasi, FISIP Unlam Banjarmasin kembali menyelenggarakan agenda terbesar mereka yaitu Musyawarah Anggota (Musta) pada selasa (20/12/2016).
         Menurut keterangan dari Wahyu Giatna, Ketua Umum Himakom. Musta Himakom bertujuan  untuk menjelaskan tentang diri-mereka kembali tentang organisasi tersebut kepada seluruh mahasiswa Ilmu Komunikasi. sekaligus waktu yang tepat untuk mahasiswa Ilmu Komunikasi untuk mengevaluasi, menentukan arah gerak, ataupun AD/ART organisasi.
        “Himakom ini mau dibawa kemana? Agar sesuai dengan kepentingan dan kebutuhan mahasiswa Ilmu Komunikasi itu sendiri, ” ucap Wahyu.
        “Kalau dari tahun ke tahunnya, sidang Musta ini di akhir kepengurusan. Jadi setelah semua kegiatan program kerja berakhir, maka diadakan kegiatan terakhir yaitu sidang pleno, musta-nya Himakom. Kalau dari kami sendiri mulai dari awal desember sudah direncanakan kapan mau musta-nya nih? Kita pilih minggu ketiga, setelah selesai acara CommWeek, kemudian baru Musta yang dimulai tanggal 20 kemarin,” tambah Wahyu, Ketua Umum Himakom FISIP Unlam.
          Kegiatan Musta itu sendiri dilangsungkan di Ruang E FISIP Unlam, dan telah berlangsung selama tiga hari yaitu pada tanggal 20-22 Desember 2016

Panggung Berskala Nasional


Banjarmasin    Taman Budaya Kalsel kini telah mempunyai panggung pertunjukan baru yang berskala Nasional. Panggung pertunjukkan ini lebih besar dan tinggi bila dibandingkan dengan panggung pertunjukkan lama. Panggung baru ini telah selesai tahap pembangunnannya pada 15 Desember lalu. Namun untuk saat ini, panggung tersebut belum bisa dipergunakan karena masih dalam tahap pemeliharaan dengan jangka waktu enam bulan.

“sementara ini tidak diperbolehkan untuk melakukan aktifitas kesenian apapun, sampai dengan diresmikanya panggung ini ” jelas salah satu Staf Sekretariat Taman Budaya Kalsel, Arif Budiman,S.Sos, Rabu (21/12/) lalu.
Arif mengatakan panggung pertunjukanyang berada di Taman Budaya ini dibangun dengan tujuan melestarikan kearifan lokal yang berupa tari-tarian daerah. Meskipun panggung ini boleh saja digunakan untuk melakukan pertunjukkan dance modern, namun, lebih diutamakan acara-acara seni dan tradisi. “Panggung ini lebih diutamakan untuk acara-acara seni dan tradisi agar lebih berkembang dan lebih dikenal masyrakat dalam maupun luar Kalimantan,” ujar Arif.
Arif pun mengharapkan dengan dibangunnya panggung pertunjukan ini  kedepannya Masyarat banjarmasin dapat mengadakan acara-acara kesenian yang bertaraf  nasional. “Harapan buat panggung ini, kita nantinya dapat mengadakan event-event yang bersifat nasional,” tutup Arif. (Dina, Fijaini, Ridho)

Gerakan Non Tunai Melalui Cafe

           Banjarmasin- Rabu (21/12) kemarin Cafe Mandiri ULM telah diresmikan oleh Prof H Soetarto Hadi selaku Rektor Universitas Lambung Mangkurat, HG Rusdi Effendi AR selaku Ketua Ika ULM (Ikatan Alumni ULM), Aribowo selaku Regional CEO Bank Mandiri Regional IX, dan Rico Ustavia Frans selaku Direktur Digital Banking and Technology Mandiri. Cafe tersebut merupakan langkah awal yang dilakukan oleh Universitas Lambung Mangkurat untuk membiasakan warganya dengan Gerakan Nasional Non Tunai, yang merupakan program baru dari Bank Mandiri.
              Berdirinya Cafe Mandiri ULM juga bisa dikatakan sebagai fasilitas baru yang diberikan oleh pihak universitas kepada para mahasiswanya sebagai sarana untuk bersantai, seperti yang dikatakan oleh Operasional Manajer Cafe Mandiri ULM, Wahyudinnor. “Tujuan dibangunnya kafe ini adalah mempermudah para mahasiswa untuk bersantai di sela-sela waktu perkuliahan mereka, agar tidak keluar dari lingkungan kampus buat nongkrong,” jelas beliau. Waktu operasional Cafe ini sendiri ialah pukul 08.00 – 22.00, agar semua mahasiswa, bahkan dari kelas malam pun dapat menikmati fasilitas yang disediakan, seperti makanan dan minuman, Wi-Fi, dan penyewaan sepeda.

Selasa, 20 Desember 2016

Objek Wisata Baru Kota Banjarmasin

              Banjarmasin -  Taman Siring 0 K.M Banjarmasin kini telah menjadi objek wisata yang cukup diminati oleh masyarakat kota banjarmasin dan sekitarnya. Meskipun belum diresmikan, namun taman ini sudah cukup ramai dukunjungi khususnya pada sore hari dan malam hari. Masyarakat berharap agar taman ini segera dirampungkan dan diresmikan mengingat perayaan tahun baru sudah semakin dekat. Hal ini karena, masyarakat kota Banjarmasin berharap taman siring bisa menjadi titik kumpul untuk menyambut tahun baru bersama-sama.

            Pembangunan taman siring ini ditanggapi postif oleh masyarkat, karena taman siring ini dapat menjadi objek wisata baru sekaligus memperkenalkan tugu 0 km. "Menurut saya sangat bagus di bangun taman siring ini, karena taman ini memperkenalkan tugu 0 km, dan banyak masyarakat yang baru mengetahui keberadaan tugu ini," kata Abdul Hakim, salah satu pengunjung taman siring 0 km ini pada selasa (20/12) lalu.

           Selain menjadi tempat santai untuk warga banjarmasin, tempat ini juga banyak di gunakan anak muda untuk berselfie dan lain sebagainya. Disini pun disediakan pula tempat khusus bagi para pencinta skateboard untuk bermain. (Laras, Fikri, Mukhlis)

Meet Up Calon Penyiar Muda

       GSG, Unlam - (19/12/2016) Telah diadakan meet up Suara Kampus pada siang hari kemarin, di halaman Gedung Serbaguna Universitas Lambung Mangkurat. Suara Kampus merupakan suatu komunitas yang bergerak dalam bidang media yaitu radio, untuk mewadahi para mahasiswa/i yang ingin belajar menjadi seorang penyiar. Agenda meet up tersebut bertujuan untuk melatih para anggota baru, yakni angkatan 2016 agar siap menduduki kursi siaran di RRI Pro2 Suara Kampus.

    Anggota suara kampus angkatan 2015 bertugas sebagai panitia pelaksana dalam agenda tersebut. Sementara itu, angkatan 2016 sekaligus calon crew (calcrew), sebagai peserta kegiatan meet up. Ada juga beberapa angkatan 2013 dan 2014 yang berhadir sebagai para “tetua” atau senior Suara Kampus. Terdapat beberapa kegiatan dalam agenda meet up tersebut, diantaranya adalah latihan vokal, latihan intonasi, latihan pernapasan, dan latihan konsentrasi. Ada juga pembagian materi-materi seperti materi tentang penyiar yang diberikan pada saat meet up kemarin. Seluruh pelatihan itu ditujukan agar nantinya saat on air, calcrew benar-benar telah siap baik secara mental maupun fisik. “Dengan diadakannya meet up ini selain untuk mempersiapkan para calcrew ketika melaksanakan siaran, juga diharapkan terjalinnya ikatan antara anggota lama dan anggota baru” ungkap Firza, salah satu panitia.

          Perlu diketahui juga bahwa suara kampus memiliki tiga divisi dengan tugasnya masing-masing yang saling mendukung dalam jalannya program siaran Suara Kampus. “Tidak hanya tentang penyiar, di Suara Kampus juga terdapat beberapa divisi lain seperti divisi Pengarah Acara dan divisi Reporter” tutup Firza. (Mona, Zakir, Arie)

Aturan Parkir Universitas yang Terabaikan

            Selasa (20/12/2016), kawasan lahan parkir yang berada diantara Perpustakaan Pusat dan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Unlam Banjarmasin, seringkali terjadi pelanggaran aturan dan pencurian. Pelanggaran yang dilakukan oleh Civitas Akademika Unlam maupun masyarakat luar kampus maupun pencurian yang terjadi bervariasi dikarenakan lahan parkir ini bersifat umum.

“Yang parkir di kawasan ini merupakan gabungan antara Fakultas Hukum (FH), FKIP I, dan Juga Pengunjung dari Perpustakaan Pusat  UNLAM, yang mana orang luar Universitas pun bisa parkir disini” ujar Gusti Noorbeik selaku Staff  Sub Bagian Rumah Tangga Rektorat UNLAM yang bertugas sebagai penjaga lahan parkir ini .

       Pelanggaran aturan parkir tersebut berdampak besar. Contohnya seperti maraknya pencurian helm yang tidak diamankan dan barang berharga yang tertinggal di sepeda motor. Hal tersebut disebabkan bukan hanya lengahnya penjagaan, namun juga kelalaian mahasiswa untuk mentaati aturan parkir yang telah ada serta lalainya mahasiswa dalam mengamankan barang berharga mereka, meskipun penjagaan dilakukan bergilir 3 jam sekali setiap harinya.  Terlihat dari situasi parkiran yang seringkali memakan jalur umum dikarenakan mahasiswa sembarangan dalam memarkirkan kendaraan mereka. “Tidak mungkin kan menegur dengan kasar, makanya ada tulisan itu, tapi tetap saja ditabrak (langgar). Padahal sudah mahasiswa tetap saja tidak mengerti” keluh Gusti.

(Dina, Fijaini, Ridho)

Communication Week Memang Menarik

      Himpunan Mahasiswa Ilmu Komunikasi (HIMAKOM) FISIP Unlam baru saja menyelenggarakan event tahunan komunikasi atau lebih dikenal dengan“Communication Week” pada 15-17 Desember 2016 lalu di Gedung Serba Guna UNLAM Banjarmasin.

             Bukan hanya mahasiswa program studi Ilmu Komunikasi yang berkontribusi dalam acara ini, namun masyarakat umum pun turut memeriahkan acara tersebut dengan membuka bazaar makanan di tempat acara atau sekadar datang menikmati rangkaian acara.

        Seperti yang diungkapkan oleh Noorlina dan Nadya Dwi Yuniarty, mahasiswi Fakultas Ekonomi dan Bisnis UNLAM 2016, ketika datang dan berkunjung menikmati acara tersebut pada hari kedua perhelatannya. Mereka mengatakan bahwa acara tersebut sangat menarik untuk dinikmati.

     “Sangat menarik dan asik, lalu tempatnya juga nyaman karena berada dalam gedung, jadi tidak khawatir kalau hujan tiba-tiba datang,” ujar Ende ­sapaan akrab Nadya, saat ditemui oleh tim INTR-O. Saat ditanyai alasan ketertarikan mereka untuk datang ke acara tersebut, Lina menjelaskan bahwa ia ingin melihat bagaimana rangkaian acara yang dilaksanakan oleh mahasiswa Unlam yang lain.

    “Mau lihat bagaimana acara ini dilaksanakan, ini kan dilaksanakan oleh mahasiswa komunikasi, jadi saya ingin mengetahui bagaimana anak komunikasi berkreasi. Selain itu saya juga melihat promosi-promosi yang dilakukan di sosial media dan saya tertarik untuk datang,” Lina menjelaskan.
Mereka berharap acara ini dapat semakin berkembang setiap tahunnya dan pelaksanaannya pun harus semakin baik lagi.

     “Semoga semakin baik lagi ke depannya, baik itu dari pelaksanaannya atau dari promosi-promosinya, jadi semakin banyak orang yang dapat menikmati acara seperti ini.” tutup Ende.

(Kelompok 1)